Legenda

Informasi Umum

Konsultasi Publik Dibuka

Kamu yang tinggal atau memiliki kepentingan di lokasi ini, klik disini untuk memberikan gagasan kamu sekarang!"

RDTR Kawasan Pusat Kota Ambon, Maluku

Pulau Ambon termasuk bagian dari wilayah Indonesia yang rawan terhadap bencana dan rentan dampak perubahan iklim. Pulau Ambon sebagai titik pertemuan lempeng-lempeng utama di Asia Pasifik, sehingga wilayah memiliki risiko untuk bencana tsunami terutama akibat gempa laut. Berdasarkan catatan sejarah; kondisi geoteknologi dan geografis, bencana gempa bumi dan tsunami pernah terjadi di Pulau Ambon. Begitu juga jejak tsunami diperoleh dari lapisan tanah di bumi (paleo tsunami) maupun bongkahan karang yang berada di pesisir pantai. Tsunami yang terjadi bersifat lokal, dalam artian tsunami yang terjadi dikarenakan gempa bumi yang dekat pada wilayah pesisir terdampak, khususnya yang berasal di Laut Seram dan Laut Banda. Berdasarkan tatanan tektonik, yaitu sumber terjadinya gempa-gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami, wilayah Ambon dapat dibagi menjadi 3 (tiga) rumpun tektonik, yakni 1). Wilayah Laut Maluku (Maluku Utara), 2). Wilayah Laut Seram, 3). Wilayah Laut Banda (Ambon dan Banda Naira, serta busur Kepulauan Maluku Tenggara dan Maluku Barat Daya). Ambon masuk dalam kelas risiko tinggi berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (BNPB, 2013) dan kerawanan bencana tinggi untuk ancaman bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunungapi, cuaca ekstrim, dan abrasi. Ambon sebagai wilayah yang berada pada kawasan rawan bencana dan rentan dampak perubahan iklim (BNPB, 2011).

Ambon juga termasuk dalam pusat pertumbuhan ekonomi skala provinsi dalam bentuk Pusat Kegiatan Nasional (PKN), sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi risiko bencana, diantaranya melalui integrasi aspek pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan, termasuk ke dalam rencana tata ruang wilayah. Terkait kejadian bencana alam di Provinsi Maluku, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dalam Instruksi Presiden No.10 Tahun 2018, diperintahkan untuk memfasilitasi revisi rencana tata ruang daerah.

Pada akhir tahun 2019 tepatnya pada 26 September 2019 dan terdapat gempa susulan sebanyak 3.089 kali hingga 11 Februari 2020. Aktivitas gempa susulan tersebut terbilang fenomena langka dikarenakan kekuatan gempa utama (mainshock) sebesar 6,5 magnitudo dan diikuti serangkaian gempa susulan dengan jumlah yang sangat banyak. Berdasarkan pernyataan BMKG, kejadian rentetan gempa tersebut memberikan petunjuk bidang rekahan batuan (rupture) dan adanya sesar aktif. Sebagai bentuk respon terhadap kejadian bencana gempa bumi di Pulau Ambon pada tanggal 26 September 2019 serta kaitannya dalam rangka mewujudkan penataan ruang berbasis mitigasi bencana, Direktorat Jenderal Tata Ruang c.q Direktorat Penataan Kawasan pada tahun 2020 akan melaksanakan kegiatan Penyusunan Masterplan Penataan Kawasan Rawan Bencana (KRB) di Pulau Ambon dengan lokasi prioritas Kawasan Pusat Kota Ambon.

Delineasi Kawasan Pusat Kota Ambon telah ditetapkan melalui berita acara Nomor: 16/BA-200.12.4.PK.06.01/IV/2020 pada tanggal 15 April 2020 dengan luas kurang lebih 2.159,24 hektar. Delineasi Kawasan Pusat Kota Ambon meliputi Kecamatan Sirimau dan sebagian Kecamatan Nusaniwe yang terdiri dari 18 (delapan belas) kelurahan, 2 (dua) negeri dan 1 (satu) desa. Rincian wilayah yang termasuk dalam Kecamatan Nusaniwe diantaranya Kelurahan Benteng, Kelurahan Kudamati, Kelurahan Mangga Dua, Kelurahan Nusaniwe, Kelurahan Silale, Kelurahan Urimessing, Kelurahan Waihaong, dan Kelurahan Wainitu. Sedangkan untuk cakupan Kecamatan Sirimau diantaranya Desa Galala, Kelurahan Ahusen, Kelurahan Amantelu, Kelurahan Batu Gajah, Kelurahan Batu Meja, Kelurahan Honipopu, Kelurahan Karang Panjang, Kelurahan Pandan Katsuri, Kelurahan Rijali, Kelurahan Uritetu, Kelurahan Waihoka, Negeri Batumerah, dan Negeri Hative Kecil.

Hai! Apa Gagasanmu?

Punya pertanyaan lebih seputar Rencana Tata Ruang maupun Konsultasi Publik Online ? Silahkan hubungi kami via Whatsapp. Kami akan bantu memberikan informasi yang kamu butuhkan

Kami Hadir di Whatsapp
×
Kami hadir di sini